Artikel

Refill Inert Gas Pemadam IG541, IG55, IG01, IG100

Refill Inert Gas Pemadam
Rate this post

Refill inert gas pemadam adalah pekerjaan teknis yang harus presisi. Gas seperti IG541, IG55, IG01, dan IG100 bekerja dengan cara menurunkan kadar oksigen di area kebakaran tanpa meninggalkan residu. Karena sistem ini biasanya melindungi ruang penting seperti ruang server, panel listrik, ruang UPS, atau area arsip, kualitas isi ulang sangat menentukan apakah sistem akan bekerja saat dibutuhkan. Refill yang asal dapat memicu kebocoran halus, tekanan tidak sesuai, atau performa pemadaman yang menurun.

Artikel ini membahas refill inert gas dengan fokus pada standar pengisian 200 bar dan 300 bar, pemeriksaan yang wajib dilakukan, serta hal-hal praktis yang sering dilupakan di lapangan.

Apa itu refill inert gas pemadam 200 bar dan 300 bar

Inert gas fire suppression memakai campuran atau gas murni yang tidak merusak perangkat elektronik. Tekanan tabung umumnya berada pada kelas 200 bar atau 300 bar, tergantung desain sistem dan kebutuhan kapasitas. Secara sederhana, tekanan lebih tinggi memungkinkan lebih banyak media dalam ukuran tabung yang sama, namun menuntut prosedur pengisian dan pengujian yang lebih ketat.

Refill 200 bar biasanya lebih umum dan banyak digunakan pada sistem lama atau sistem dengan desain tabung konvensional. Refill 300 bar sering dipilih saat ruang penyimpanan tabung terbatas atau ketika diperlukan kapasitas yang lebih besar dalam footprint yang lebih kecil. Keduanya sama-sama aman jika dikerjakan sesuai prosedur, lengkap dengan pengecekan tabung, valve, dan aksesorinya.

Baca Juga:  Jasa Splicing Fiber Optic di Surabaya

Jenis gas yang umum pada sistem inert

IG-series yang sering digunakan meliputi:

  • IG541: campuran (umumnya nitrogen + argon + CO2) untuk pemadaman bersih dan aman untuk perangkat

  • IG55: campuran nitrogen dan argon

  • IG01: argon murni

  • IG100: nitrogen murni

Masing-masing memiliki karakter discharge dan kebutuhan pressure/flow yang berbeda. Karena itu, refill tidak bisa disamakan seperti isi ulang tabung biasa. Data desain sistem perlu diperhatikan agar tekanan akhir, berat, dan kelengkapan tabung sesuai kebutuhan instalasi.

Proses refill yang benar dan aman

Refill inert gas yang benar dimulai sebelum pengisian. Tahap pre-check sering menentukan kualitas hasil akhir. Banyak masalah terjadi bukan saat pengisian, tetapi karena tabung atau valve sudah bermasalah dari awal.

Tahap umum yang seharusnya dilakukan meliputi pemeriksaan visual tabung, pengecekan masa hydrotest, verifikasi serial number, dan evaluasi kondisi valve. Setelah itu barulah dilakukan pengisian dengan peralatan yang sesuai untuk tekanan target 200 bar atau 300 bar.

Agar hasil refill stabil, pengisian biasanya dilakukan dengan kontrol temperatur dan laju pengisian yang tepat. Pengisian yang terlalu cepat dapat membuat pembacaan tekanan tidak akurat saat tabung kembali ke suhu normal. Pada pekerjaan yang rapi, tekanan akhir akan dikonfirmasi setelah tabung stabil suhunya, bukan langsung setelah pengisian selesai.

Pemeriksaan yang sebaiknya tidak dilewatkan

Berikut checklist yang penting untuk meminimalkan risiko kebocoran halus dan mismatch performa:

  • Cek masa hydrotest tabung dan kondisi fisik (korosi, penyok, ulir)

  • Pemeriksaan valve: seat, O-ring/seal, kebersihan, dan kekencangan

  • Verifikasi tekanan target sesuai desain sistem (200 bar atau 300 bar)

  • Leak test setelah pengisian, termasuk pada area valve

  • Labeling ulang: jenis gas, tekanan, tanggal refill, dan identitas tabung

  • Pengecekan manifold/connection saat tabung dipasang kembali

Checklist ini sederhana, namun dampaknya besar. Banyak kasus sistem gagal bukan karena desainnya salah, tetapi karena isi ulang tidak disiplin pada detail ini.

Kenapa tekanan 200 bar dan 300 bar tidak boleh tertukar

Tekanan tabung memengaruhi regulator, manifold, dan perhitungan discharge time. Jika sistem didesain untuk 300 bar, lalu diisi 200 bar, maka total media bisa kurang dan performa pemadaman bisa turun. Sebaliknya, jika sistem 200 bar diisi 300 bar tanpa dukungan komponen yang sesuai, risikonya adalah overpressure yang membahayakan dan melanggar keselamatan.

Selain itu, tabung 300 bar memiliki spesifikasi valve dan prosedur handling yang lebih ketat. Karena itu, saat refill, penting memastikan Anda mengikuti spesifikasi sistem, bukan sekadar mengejar “lebih tinggi lebih bagus”.

Kapan refill harus dilakukan

Refill biasanya diperlukan setelah sistem discharge, setelah kebocoran, atau setelah inspeksi menemukan tekanan turun di luar toleransi. Penurunan tekanan kecil bisa terjadi karena perubahan temperatur, namun penurunan yang konsisten perlu ditangani. Jika ada indikasi kebocoran halus, langkah yang tepat adalah evaluasi valve dan seal sebelum isi ulang, bukan hanya menambah tekanan.

Pada sistem yang melindungi area kritikal, jadwal inspeksi berkala juga penting. Inspeksi rutin membantu mendeteksi tren penurunan tekanan lebih dini, sehingga Anda tidak menemukan masalahnya saat sudah darurat.

FAQ

Q: Refill 300 bar itu selalu lebih baik daripada 200 bar?

A: Tidak selalu. 300 bar unggul saat Anda butuh kapasitas besar dengan ruang tabung terbatas. Tapi kalau sistem Anda didesain 200 bar, tetap harus ikut desainnya. Yang terbaik adalah yang sesuai spesifikasi sistem.

Q: Kenapa setelah refill tekanan bisa terlihat turun?

A: Karena suhu tabung berubah. Saat pengisian, tabung bisa lebih hangat. Setelah suhu stabil ke normal, tekanan bisa turun sedikit. Itu normal. Yang tidak normal adalah tekanan turun terus dalam beberapa hari, itu indikasi kebocoran.

Q: Apa risiko refill yang tidak sesuai prosedur?

A: Risiko utamanya kebocoran halus, tekanan akhir tidak sesuai, dan sistem gagal saat discharge. Selain itu, pengisian yang salah juga bisa merusak valve dan memengaruhi keselamatan kerja.

Informasi Pemesanan

Untuk kebutuhan refill inert gas pemadam IG541, IG55, IG01, dan IG100 dengan tekanan 200 bar maupun 300 bar, pastikan pekerjaan dilakukan oleh tim yang memahami prosedur pengisian, pemeriksaan tabung, dan leak test setelah refill. Siapkan data sistem (jenis gas, tekanan desain, jumlah tabung, dan lokasi pemasangan) agar proses pengecekan dan pengisian bisa berjalan cepat dan tepat. Jika Anda ingin, kirimkan spesifikasi tabung dan kebutuhan tekanannya, lalu saya bisa bantu susunkan format checklist inspeksi sebelum dan sesudah refill agar hasil pekerjaan konsisten.

Untuk pemesanan dan konsultasi layanan refill inert gas pemadam, Anda dapat menghubungi PT. Jaya Putra Multiguna melalui kantor Jakarta di Pergudangan Benda Permai A-8, Jl. Perancis No.68, Jakarta (Telp 021-5405590) atau kantor Surabaya di Komplek Pertokoan Mangga Dua B8-3, Jl. Jagir Wonokromo 100, Surabaya (Telp 031-8475070). Anda juga bisa menghubungi email info@jayaputramultiguna.id atau mengunjungi website www.jayaputramultiguna.id.

Baca Juga:  Tahapan Instalasi Fire Hydrant System Sesuai Standar Keamanan